About Me

Kitingfield, Riwayat Sebuah Nama

Kitingfield muncul dari kelancangan dan kekaguman.

 

Kiting, nama yang muncul karena lancang

“What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.” Itulah petikan kalimat pertanyaan Juliet kepada Romeo dalam kisah Romeo and Juliet karya Shakespeare yang terkenal itu. Kadang kita tidak menyadari bahwa kemunculan sebuah nama tak jarang merupakan bentuk kesewenang-wenangan. Begitu pula panggilan Kiting yang saya sandang hingga kini. Meski begitu, apa pun itu, toh tidak menghilangkan identitas saya. Sebagaimana kata Juliet, mawar akan tetap menjadi mawar meski disemati nama lain. Baiklah, mari lupakan perdebatan filosofis soal nama, identitas dan kesewenangan itu. Nyatanya panggilan itu telah menyatu dengan identitas saya sebagai “diri”.  Dan saya menerimanya sebagai bagian dari sejarah dan perjalanan hidup.

Saya mulai menyandang nama Kiting sejak 2001. Itu adalah tahun pertama saya masuk perguruan tinggi Islam di kota kecil yang saya tinggali, Salatiga. Waktu itu saya tinggal di sebuah pesantren di Desa Gedangan yang terletak di kaki Gunung Telomoyo. Jangan kira saya ini orang alim. Saya hanya bertahan beberapa bulan di sana. Di pesantren itulah, di kamar paling ujung yang dihuni beberapa santri, nama Kiting muncul. Suatu hari, entah kenapa Ghofar, seorang teman dari Demak, kebingungan memanggil nama saya. Kebetulan penghuni kamar itu ada yang bernama Mujab, nama yang mirip saya. Sementara di kamar lain ada yang yang namanya sama dengan nama saya, Mujib. Mungkin sudah merupakan hukum yang berlaku di dunia ini, bahwa di dunia ini tidak ada yang asli murni. Selalu ada kemiripan dan kesamaan satu sama lain.

Akhirnya, di tengah kebingungan itu, dengan setengah bercanda Ghofar memanggil saya Kriting yang ia plesetkan menjadi Kiting. Rambut saya memang bergelombang dan mbulet tak karuan. Sungguh teman saya ini kurang ajar dan tidak sopan. Mengganti nama orang seenak-enaknya. Padahal umurnya beberapa tahun lebih muda dari saya. Seperti sebuah pentahbisan, beberapa teman saya yang waktu itu menjadi “saksi” sepakat dengan nama baru saya.

Nama ini kemudian menyebar dari mulut satu ke mulut lain. Tentu saja lebih mudah memanggil saya dengan panggilan Kiting dari pada Mujibur Rohman, nama berbahasa Arab itu. Lantas seorang senior saya di Mapala yang tinggal satu kamar dengan saya membawa nama Kiting ke kampus. Serupa benih yang disebar burung, bibit nama itu lambat laun tumbuh di kampus. Beberapa teman dekat, terutama anak-anak Mapala dan teater, mulai memanggil saya dengan panggilan kiting. Adalah hal yang lazim di lingkungan Mapala jika kami mempunyai nama-nama yang tak lazim. Nama asli kami diganti menjadi nama lapangan, misalnya Thengklang, Pencor, Kremil, Penthul, Bom Bom, Gaci, Desember, dan lain sebagainya. Setiap nama yang terdengar aneh ini memiliki cerita. Ide nama-nama itu muncul dari berbagai hal atau kejadian saat pendidikan dasar Mapala. Nama lapangan ini disematkan di hari terakhir setelah berhari-hari mengikuti pendidikan dasar.

Begitulah, saya kemudian menyandang nama baru dan membawanya ke mana-mana, saya sebutkan di mana-mana. Di tingkat lokal Mapala dan pecinta alam di Salatiga, pada pertemuan nasional Mapala, maupun di berbagai kegiatan Mapala tingkat regional. Malah saya juga membawa nama ini di berbagai kegiatan yang  tidak berhubungan dengan organisasi Mapala. Ketika tahun 2005 saya pindah ke Yogyakarta, nama Kiting pun seolah tak mau lepas. Adalah teman satu kelas saya di UIN Yogya, Risanti, yang pertama kali tahu nama alias saya. Waktu itu, saya sering nebeng nomor telepon genggamnya untuk mengirim pesan ke teman di Salatiga. Dari pesan-pesan yang terkirim dan ia terima, ia jadi tahu panggilan saya Kiting. Sementara teman-teman kuliah di Yogya memanggil saya Babe karena saya paling tua di antara mereka.

Dari Risa nama Kiting menyebar sebagaimana awal mulanya. Dari mahasiswa satu ke mahasiswa yang lain. Bahkan, nama ini tenar di antara para dosen, termasuk mantan Kaprodi jurusan kuliah saya yang memanggil Kiting sampai sekarang. Saya sendiri  sudah tidak masalah dengan panggilan ini. Malah panggilan Kiting lebih akrab dibanding nama asli saya. Nama Kiting sudah melekat pada diri saya beserta sejarah baik dan buruknya. Sebagaimana baik dan buruk saya di masa lalu. Jadi, panggil saja saya Kiting.

 

Field, muncul dari rasa kagum

Saya mengagumi James Hetfield, gitaris dan lead vocal band idola saya: Metallica. Hetfield, yang sering dipanggil James serta Papa Het, adalah seorang perfeksionis sekaligus keras kepala. Ia garang sekaligus jenaka ketika di panggung. Namun, di balik kegarangan teriakan dan lengkingan suaranya ketika di panggung, di balik tato-tato yang menutupi kulitnya, ia adalah sosok ayah yang baik. Baginya keluarga adalah hal paling penting, cinta yang tanpa syarat, “that’s an unconditional love,” katanya. Dia juga seorang penulis lirik lagu yang piawai. Lirik lagu Metallica adalah puisi di telinga saya. Penuh metafora. Terkadang rumit dan absurd seperti puisi-puisi gelap. Saya pikir James adalah penyair yang menulis lagu.

Metallica adalah inspirasi saya. Lagu-lagunya menuntun saya memahami “korban perang” dari sisi yang lain, hukuman mati, rasa ingin bunuh diri, atau memberikan pandangan baru tentang ketenaran, serta berbagai peristiwa yang terjadi. Meskipun, saya tak jarang selingkuh dengan mendengarkan dangdut koplo. Benar dangdut koplo. Jangan terkejut. Saya menyukai Metallica dan dangdut koplo sekaligus. Lagu-lagu Metallica itu membuat saya semangat, sementara dangdut koplo dengan seluruh keceriannya membuat saya bahagia.

Akhirnya, saya mengambil nama belakang James Hetfield untuk melengkapi nama Kiting. Jadilah nama Kitingfield, nama yang muncul dari kelancangan dan kekaguman.

Iklan

2 thoughts on “About Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s