Plantungan 1871

Bangunan-bangunan kokoh di sebuah lembah di pinggir sungai yang diapit dua bukit. Dindingnya bercat hijau. Terlihat jelas dari puncak bukit. Tak ada kesan bengis bangunan lingkungan di sekitarnya. Justru terlihat ramah. Belum lagi udara yang sejuk dan pemandangan alam di sekitarnya. Pertama kali menginjakkan tanah Plantungan saya langsung terkesan dengan pemadangan alamnya. Angin dingin menyapu kulit. Saya membayangkan tempat ini bukan penjara. Bukan kamp pembuangan. Melainkan sebuah tempat peristirahatan yang nyaman. Sebuah pertapaan sunyi.

Angka 1871 tertulis di salah pojok atas gedung itu. Sedang pada gedung sebelahnya tertulis 1870. Saya iseng bertanya kepada penjaga penjara sudah berapa tahun penjara itu berdiri. ”Kalau tidak salah tahun 1870-an mas”, katanya.”Oh, angka 1871 itu berarti tahun berdirinya ya, pak?” tanyaku sambil menoleh ke gedung sebelah. ”Ya sekitar tahun itu, mas.” Lebih dari satu abad. Bangunan itu masih saja kokoh berdiri. Hanya catnya yang sudah berganti dan sebagian dindingnya terkelupas di sana-sini.

Angin berhembus perlahan. Suara gemuruh sungai di bawah sana jelas terdengar. Tubuh saya tergetar ketika teman saya menceritakan masa lalu LP Plantungan. Pada zaman Belanda kamp Plantungan digunakan sebagai tempat buangan penderita kusta. Di Plantungan, barisan gedung-gedungnya mengantar para penderita kusta itu menemui ajalnya. Saya merasakan kebengisan lain dari bangunan-bangunan penjara itu. Keindahan pemandangan Plantungan menyimpan berbagai kekejaman manusia. Kengerian yang tersimpan di balik keramahannya.

Tahun 1971, Plantungan dijadikan kamp pembuangan para tapol perempuan. Mereka berasal dari sleuruh Indonesia. Para perempuan itu dianggap, disangkut-pautkan, dicap, dan dituduh sebagai PKI. Meskipun tidak semua yang menjadi tawanan benar-benar anggota PKI. Sebagian besar dari mereka menjalani sisa hidupnya di kamp itu tanpa ada proses pengadilan. Menderita akibat kekejaman para penjaga penjara maupun militer selama 10 hingga 15 tahun. Tentunya cerita ini yang sudah biasa terdengar ketika membicarakan sejarah kelam pembasmian PKI.

LP Plantungan, secara admistratif terletak di Dusun Plantungan, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Alam sekitar LP Plantungan berbukit-bukit, sebagian adalah hutan, dan ladang penduduk. Kondisi alam yang seperti ini membuat mereka yang ingin kabur mudah tertangkap.

Kini penghuni LP Plantungan adalah mereka yang tinggal menjalani proses rehabilitasi. Dan menurut teman saya, mereka yang di sana rata-rata dari kehatan kerah putih. Saya dan teman saya berkeliling melihat ke bangunan dan lingkungan LP Plantungan. Sayangnya aku tidak sempat mandi di pemandian air panas yang ada di lembah Plantungan itu. Kami meninggalkan Plantunan dengan berbagai pertayaan.

Iklan

5 thoughts on “Plantungan 1871

  1. hallow mujibur rohman..salam kenal saya Jengjeng fotografer freelance, boleh ngobrol2 nggak? saya tertarik untuk foto2 di penjara plantungan, tolong sms saya no hp anda, hp saya 0818980384 thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s